OmniStream Docs
  • Panduan Pengguna
  • Developer
  • API Reference
Pengenalan
Memulai
Agent
Supervisor
    Dashboard SupervisorAnalytics & LaporanPemantauan SLACampaign WhatsAppKinerja Agent & Review CSAT
Admin
Integrasi
FAQ
Supervisor

Pemantauan SLA

Pemantauan SLA

Ringkasan

Service Level Agreement (SLA) adalah target waktu respons dan penyelesaian yang wajib dipatuhi oleh tim agent untuk setiap percakapan. OmniStream mendukung kebijakan SLA berlapis: satu organisasi dapat memiliki banyak policy aktif sekaligus — misalnya kebijakan ketat untuk kanal WhatsApp divisi VIP dan kebijakan standar untuk email umum. Scheduler backend akan memilih policy yang paling cocok untuk setiap percakapan baru berdasarkan kombinasi kanal dan divisi yang terkait.

Halaman SLA Policies berada di rute /sla-policies dan dapat diakses oleh supervisor dan admin. Dari sini Anda dapat membuat, mengubah, menandai sebagai default, atau menonaktifkan kebijakan SLA.

Hak akses: Halaman /sla-policies memeriksa authStore.isSupervisor. Peran agent akan melihat layar "Access Restricted".

Konsep SLA di OmniStream

Setiap kebijakan memiliki empat parameter utama:

ParameterArtiSatuan di DB
First Response Time (FRT)Waktu maksimum sejak percakapan masuk hingga agent mengirim balasan pertamadetik (first_response_time_secs)
Resolution TimeWaktu maksimum sejak percakapan masuk hingga status berubah menjadi resolveddetik (resolution_time_secs)
Warning Threshold %Persen dari durasi SLA yang memicu peringatan dini (mis. 80% → warning saat 80% waktu telah terlewat)integer (warning_threshold_pct)
PriorityAngka manual yang dapat dipakai untuk tie-breaker antar policy dengan score samainteger (priority)

Setiap policy juga dapat di-scoping ke:

  • Channel (whatsapp, instagram, email, atau kosong untuk semua kanal)
  • Division (ID divisi atau kosong untuk semua divisi)
  • Is Default (flag yang membuat policy dipakai sebagai fallback saat tidak ada yang cocok)

Prioritas pencocokan policy

Scheduler (crates/api-gateway/src/scheduler.rs:372 — fungsi find_policy) menghitung score untuk setiap policy aktif berdasarkan aturan berikut, lalu memilih yang score-nya tertinggi:

Kombinasi cocokScoreKeterangan
Channel + Division (keduanya cocok eksak)4Prioritas tertinggi
Division-only (policy tanpa channel, division cocok)2
Channel-only (policy tanpa division, channel cocok)2
Default (is_default = true, tanpa channel, tanpa division)1Fallback umum

Kode perhitungan score dapat dibaca langsung di scheduler.rs:387 (channel match +2), scheduler.rs:399 (division match +2), dan scheduler.rs:409 (default flag +1). Jadi kombinasi channel + division menghasilkan total 4 = 2 + 2, channel-only atau division-only 2, dan default 1.

Jika tidak ada policy aktif yang cocok sama sekali (score < 0), percakapan tidak akan memiliki SLA tracking dan tidak akan dihitung sebagai breach.

Jika dua policy menghasilkan score yang sama (mis. dua channel-only untuk WhatsApp), yang pertama ditemukan di list akan dipilih. Gunakan kolom priority dan pastikan hanya satu policy per kombinasi channel+division yang aktif.

Langkah-langkah mengelola SLA

Membuat policy baru

  1. Buka /sla-policies dari sidebar.
  2. Klik tombol + New Policy.
  3. Isi form:
    • Name (wajib) — contoh: VIP WhatsApp Fast Track
    • Description — konteks singkat untuk tim
    • First Response Time — dalam menit, contoh 5 untuk 5 menit
    • Resolution Time — dalam menit, contoh 60 untuk 1 jam
    • Warning Threshold % — default 80 (peringatan pada 80% waktu terpakai)
    • Priority — biasanya 0, naikkan hanya jika perlu tie-breaker
    • Channel — pilih whatsapp, instagram, email, atau kosongkan
    • Division — pilih dari dropdown divisi atau kosongkan
    • Is Default — centang jika ini fallback organisasi
    • Is Active — centang untuk mengaktifkan
  4. Klik Save. Backend akan memanggil POST /api/sla-policies (tag SLA).

Mengubah atau menonaktifkan policy

  1. Temukan baris policy di tabel.
  2. Klik ikon pensil untuk mengedit atau trash untuk menghapus. Menonaktifkan lewat toggle Is Active lebih aman daripada menghapus — data breach lama tetap punya referensi ke policy_id.
  3. Backend menggunakan PUT /api/sla-policies/{id} dan DELETE /api/sla-policies/{id}.

Memantau breach

Percakapan yang sudah atau hampir melewati SLA muncul sebagai event Redis sla_breaches yang diteruskan lewat WebSocket ke supervisor yang online. Supervisor biasanya melihat badge peringatan di sidebar inbox. Breach tercatat di tabel sla_breach_logs dan dapat diaudit lewat endpoint GET /api/sla-policies/{id}/breaches.

Screenshot halaman SLA policies

Endpoint terkait (tag SLA)

AksiEndpoint
List semua policyGET /api/sla-policies
Detail satu policyGET /api/sla-policies/{id}
Buat policy baruPOST /api/sla-policies
Update policyPUT /api/sla-policies/{id}
Hapus policyDELETE /api/sla-policies/{id}
Audit breachGET /api/sla-policies/{id}/breaches

Detail parameter dan skema respons tersedia di API Reference — SLA.

Praktik terbaik

  • Mulai dengan satu policy default yang longgar (mis. FRT 15 menit, resolution 4 jam) sebelum menambah policy ketat per kanal/divisi.
  • Selalu set is_default = true pada tepat satu policy sehingga setiap percakapan selalu punya SLA tracking.
  • Uji kombinasi channel+division dengan membuat percakapan test dan cek log breach — scheduler berjalan setiap 30 detik, jadi hasil muncul setelah siklus berikutnya.
  • Pantau tren breach di halaman Analytics untuk mendeteksi pola chronic understaffing.

Rute terkait

  • Dashboard Supervisor — melihat ringkasan KPI termasuk resolution rate
  • Kinerja Agent — lihat apakah breach terkonsentrasi di agent tertentu
Last modified on June 8, 2026
Analytics & LaporanCampaign WhatsApp
On this page
  • Ringkasan
  • Konsep SLA di OmniStream
  • Prioritas pencocokan policy
  • Langkah-langkah mengelola SLA
    • Membuat policy baru
    • Mengubah atau menonaktifkan policy
    • Memantau breach
  • Endpoint terkait (tag SLA)
  • Praktik terbaik
  • Rute terkait